Label

Minggu, 20 Mei 2012

Good Day English Lyric Cover :)

Good day
Originally sung by : IU

I don't know why the sky is seem so blue and so bright
Why the wind has to blow like wanna tell me it's fine?
I don't know what to do
I don't know what to say
Just standing and praying that It's just a dream
What did I have just said, I'm so shame...

Then you turn back to me the smile on your face,
Let go of my hands that holding to you
Baby no need to say,
I think I'm gonna cry,
You threw all my words back up to that bluest sky
The words that I've never say
The words that have always been hiding away
I'm the one who love you for so long
What to do?

Did I wear baggy clothes which didn't suit me today?
Or I set up my hair and put my make up weird way?
Tell me what I did wrong?
Am I acting too strong?
But it seems like you read me through all of my mind
All you do is just sigh, after I said...

Then you turn back to me the smile on your face,
Let go of my hands that holding to you
Baby no need to say,
I think I'm gonna cry,
You threw all my words back up to that bluest sky
The words that I've never say
The words that have always been hiding away
I'm the one who love you for so long
What to do?

Please don't tease me this way
Don't act like you bored
Please just hear me say
Why don't you get it?
Why did you ignore it?
Don't you know, I confess to you

My tear start rolling down as you walk away
Then you turn back to me, the smile on your face
You said no need to say,
You said no need to cry,
Those actions of you threw all my love to the sky
I've always looking at you
Tell me then, tell me baby now what to do?
You're the one that I love for so long
Jesus, one two...

I'm in my dream
(It's beautiful, beautiful day)
(Make it so beauty)
(Just don't make me cry)

What a beautiful day...

Selasa, 08 Mei 2012

Sebuah Surat Permintaan Maaf untuk Anonim

Hari ini mungkin aku nggak tahu batasku...

Kayak anak kampung yang baru tau caranya ngomong...

Untuk kedua nama yang tidak bisa kusebut...

Maaf datang dari segala tingkah lakuku, ucapanku, dan segala kerandoman yang aku buat hari ini...

Dan untuk seseorang yang hampir tiap hari kita berinteraksi, lebih maaf lagi...

Aku dah sotoy, songong, dan ga tau diri...

Biar aja kamu bilang seharusnya aku lebih bersalah sama yang lainnya...

Aku lebih merasa bersalah sama kamu..

We're  buddy and lately I act like a bitch...sorry for that :'(

And for God...I'm sorry to be an annoying-being :'(

Sabtu, 25 Februari 2012

Behind the Cover of Novel Tante-Tante

As you know, I'm a total fiction-eater. Buku-buku di kamar kebanyakan adalah novel metropop. Metropop sendiri udah jadi semacam holy bible for me, a must read and buy in a month. I can say Ika Natassa (AVYW, Divortiare, Antologi Rasa), Clara Ng (Indiana's Chronicle Trilogy), aliaZalea (Miss Pesimis, Crush Into You), and  Windry Ramadina (Orange) are my rockstar!

Dan besides those books, aku mulai mengenal Harlequin jauh sebelum kuliah, tepatnya SMA kelas 3. Pertamanya sih karena dapet bonus dari Gramedia gara-gara PO the last series of Harry Potter. Konyol sih kedengarannya. Beli novel fantasi terhormat, dapet novel covernya semi gitu hahaha :D

Nah, di KK (Kejujuran awal dari Kepercayaan, a famous book rental in Jogja) aku nemuin satu rak khusus nih buku. Sumpah cuma mandang covernya aja bikin ngakak. Covernya biasanya sih tante-tante ama om-om pelukan semi erotis. Pokoknya tuh cover siap nurunin martabat si peminjam di hadapan mas-mas penjaga book rental deh. Somehow, I feel challenged to rent this kind of book. Bodo amat deh apa yang dipikirin si mas-mas penjaga KK. Paling banter dia mengutuk "Bagaimana masa depanmu dik, masih SMA saja bacaannya begini". I didn't give it a damn though.

And you know how it turned out? Well, my high-school bestie Vina loves it. Ternyata aku bukan satu-satunya anak SMA norak yang baca novel tante-tante itu. Wondering kenapa aku menyebutnya novel tante-tante? Nggak lain dan nggak bukan karena aku pernah mendapati novel dengan cover jenis begituan (baca: wanita dengan sasakan rambut retro bersama pria dengan raut jadul bermesraan) di rak buku budheku. Like the cover, the story goes hot as hell.

Kadang aku sendiri menilai diriku cukup weirdo and kinda pervy to read those novel at that young-age. I admit it those hellas scenes are my intention. But not in sexual intention, I laugh at those scene actually. Aneh memang, dalam adegan panas itu aku menemukan komedi dari bahasa-bahasa yang digunakan si penerjemah. Bahasanya kayak dibuat dari tahun kerajaan Majapahit mulai berdiri, so retro and oldschool. Tapi, ya tadi jadi ada unsur komediknya.

Dan sekarang di umurku yang ke-19 ini, I welcome those erotic novel in my bookshelves. Tapi aku membatasinya untuk keluaran GagasMedia aja. Alasannya nggak lain dan nggak bukan karena covernya. People can't tell what the hell content from their cover. Covernya lebih memanusiakan si empunya, lebih menjaga martabat yang punya buku, karena covernya bukan 2 insan yang tengah berasyik mahsyuk. GagasMedia is infamous with their uber awesome cover!



But now, I totally enjoy the story. How the romance was built up. How the history was going. And of course how the hell scene was made. Jujur aku lebih suka membaca karya-kara Johanna Lindsey, Kresley Cole, Tessa Dare in Indonesia. Ya karena tadi alasannya, I enjoy the oldschool retro word in Indonesia. Kalau aku bilang versi Indonesia-nya "megang" banget. Kamu bisa ketawa-ketawa hanya karena mendapati satu kata aneh yang seumur hidup nggak pernah aku denger.

I'll give you an example.

"..Dan, ya, sampai sekarang pun laki-laki itu tetap saja memesona. Tampan... lebih menggoda daripada dosa"

 Lebih menggoda daripada dosa?? Can you imagine it? First I read that phrase, I cracked myself up. So did  Disa. Kalau dulu di SMA aku punya Vina sebagai penggemar novel macam-apapun-ini. Now, I have Disa as my parner-in-crime. Aku tahu dia menikmati setiap jengkal kalimat yang ada di buku itu hahaha. Biasanya kalau kita sharing kalau nemuin kalimat-kalimat konyol bin aneh di novel itu. Buku-buku macam gini memang ajaib bener sih, we admire this book on our own way. Kami menikmati buku ini berbeda dari orang kebanyakan. Kami menikmati setiap unsur komedik yang sebenarnya tidak ada di sana tetapi jadi ada karena kami yang seolah-olah menciptakannya. Beberapa orang mungkin menganggap bahasanya wajar, tapi entah kenapa kalau kalimat tersebut ada di kepalaku atau di kepala Disa jadinya berbeda. Those phrase turns out to be laughable.

Likely , Disa and me spread the virus. Maunya sih Tiwi yang dicekokin novel begituan biar dia nggak perlu lagi nanya "Striptease itu apaan?". But, I think we need keep her clean out from this thingie  hahaha...Disa sih berhasil nyekokin si Pinyul. Lalu as time flies, ada Maki yang juga sering pinjem dan sekarang Mbak Gentho ( Vena) ketagihan sama Tessa Dare.

And now, I challenge you to give those novel a shot!

Selasa, 14 Februari 2012

Mafia Imut Itu Ayahku

Hari ini tepat tanggal 14 Februari. Kata orang sih hari kasih sayang, tapi bukan buat aku. Aku juga bukan tipe orang yang bilang "Hari kasih sayang itu tiap hari bukan cuma tanggal 14 Februari". Bagiku 14 Februari itu moment, terserah mau dirayain apa nggak.

Momen apa? Momen kasih sayang? Bisa sih, tapi untukku sendiri momen dapet coklat gratis. Kayak tadi pagi misalnya, aku mendapat sebuah dark coklat dari Disa dan sebatang mini coklat dari aku nggak tahu Epi atau Pritha hahaha. Yeah, no chocolate from guys. Kasian? Nggak juga, cokelat yang aku dapet dari cowok rasanya bakal sama aja kok sama yang aku makan dari cewek. Cokelat batangan itu nggak lantas jadi emas batangan khan kalau yang ngasih cowok.

Tapi, valentine kali ini beda sama yang tahun-tahun lalu. Biasanya sih mama bakal ngasih minimal 1 silverqueen buat anak-anaknya. Sayangnya kebiasaan ini udah berhenti sejak aku kelas 3 SMA. Lalu mau tahu apa yang terjadi tadi malam? Si Papah mengetuk pintu kamarku dan memberikanku sebuntal plastik Alfamart.

"Hepi Falentin" kata Papah dengan pronounce ambyar. It should be Happy Valentine (baca: Hepi Valentain) tapi terdengar persis seperti Hepi Falentin. Itu berasa si Papah manggil kembarannya Happy Salma.


Aku cuma bisa senyum sambil mikir: Ampun Papah imut gilaaa!! Bagi yang nggak tahu, Papah itu punya perawakan kayak mafia. Papah itu gendut dengan perut buncit, mukanya sih emang nyeremin. Kata temenku sih mirip bos Yakuza. Dan emang iya. Tapi, si Papah itu lucu. Kadang kalau udah gojek bisa bikin ngakak nggak berhenti. Papah juga suka joget njijiki. Tpe joget yang kalau dijogetkan oleh ayahmu kamu bakal milih cari ayah lain.

Hari ini si mafia tukang gojek dan suka joget aneh itu imut sekali. Ngasih sebuntal kresek penuh cokelat dan nggak lupa minuman favoritku ( Nu Grean Tea Ori). Dan yang bikin ngakak, Papah dapet bonus kartu ucapan dari Alfamart, bukannya ditulisin ucapan eh malah dikasih langsung ke aku kosongan tanpa tulisan. Makasih Papah buat cokelat falentinnya.

Peluk. Cium. Peluk buat mafia imut :**
XOXO

Hey, You!

Wondering ya kok aku pindah blog? Atau malah nggak peduli sama sekali? Hahaha. . .

Yang buat pengen tahu aja, blog yang kemaren itu too much memory, terlalu banyak masa lalu, and obviously terlalu banyak biji kopi yang tersebar.

Bukannya mau putus hubungan dengan masa lalu atau gimana, I just wanna start a new. Kalau blog yang sebelumnya itu terkesan gloomy, yang sekarang sih mungkin bakal less gloomy. Karena jujur, I'm in my best state :)

Welcome.